Venus
August 5, 2008 by lynstorm-83

Di awal peradaban, wanita kodratnya adalah ibu rumah tangga, mengurus anak dan suami. Jika masakannya enak, dan anak pintar, harkatnya meningkat. Tetapi sayangnya, dengan mudah kaum sexist menuduh kontribusi wanita ini sebagai prostitusi terselubung.
Secara jelas dan belum berubah, pelacur itu adalah wanita penjaja sex. Lalu dengan perubahan jaman, kata-kata “dasar perek loe!” atau “You, Bitch!” sering banget terdengar. Semua karena orang semakin memperluas pengertian pelacur itu. Perempuan lebih mudah untuk di cap sebagai “pelacur”, karena memang punya kesempatan lebih untuk menggunakan ke-perempuan-annya untuk menyukseskan jalannya…
Ketika era 1950an, jaman dimana wanita menolak kewanitaannya, berupaya sedemikian mungkin menekan perbedaan biologisnya dengan pria, perempuan yang memakai celana gombrong, rambut cepak dan kemeja maskulin are the bitches. Mereka adalah sour spinters yang menekan dorongan tubuhnya demi sekadar emansipasi.
Dan di era femme fatale tahun 70an, pelacurnya lain lagi. Gerakan femme fatalefemme fatale melihat feminisme sebagai kelebihan seorang perempuan. Istilahnya bukan pinter tapi sayang perempuan, tetapi sudah pintar, cantik pula! Bisa dilihat dalam karakter charlie’s angels, atau film dengan perempuan powerful yang super sexy. Dan dengan begitu, istilah bitch pun dicater untuk mereka. Kaum sexist dengan mudahnya menyebut mereka menjual badan, prostitusi tingkat tinggi. Dan film-film femme fatale dibalas dengan film-film nenek sihir superpower super jahat yang akhirnya dikalahkan si jagoan yang pacarnya diculik si nenek sihir. Jika belum jelas, si jagoan tentunya laki-laki dengan pacar wanita lemah berambut pirang. justru menonjolkan kewanitaan mereka. Daripada menekan dan menyembunyikannya,
Gerakan feminismepun berubah lagi di tahun 1980-1990an. Untuk mengikuti tuntutan opini dominan, muncul dengan wujud “Yummy Mamma”, wanita karier yang singset ayu tetap menarik jagoan ranjang dan juga ibu yang baik bagi anak-anaknya. They’re still bitches, karena pada kenyataan, sangat sulit mem-balance tuntutan pekerjaan dan anak. At the end, sedikit saja kompromi dibuat, wanita itu dianggap gagal, pelacur yang menjual tubuh dan kebahagaiaannya demi status masyarakat.
Dan ketika era postmodernism datang, istilah bitch harus direvisi lagi. Pemikiran postmodic menolak kategorisasi dan status quo. Perempuan jaman sekarang bebas memilih gerakan feminisme yang dirasa paling bisa mengangkat martabatnya. Jika jadi ibu rumah tangga adalah apa yang terbaik, be it! Jika suka anak kecil dan kerja, bisa jadi yummy mamma. Dan perempuan cantik nan cerdas bisa menggunakan kemampuan flirtingnya untuk meraih hidup yang lebih enak. Itulah sebabnya semua perempuan jaman sekarang adalah pelacur.
Bahkan ada beberapa yang menyebut istri sebagai pelacur terselubung. Pasalnya, mereka melihat wanita terhormat, ibu kita itu kerjanya hanya melayani suami, menghasilkan anak dan menyediakan makan malam, dan tiap bulan bisa hidup cukup senang tanpa harus bekerja seperti suaminya. Bukankah inti pelacuran adalah menjual tubuh demi uang? Bahkan jika sang istri benar-benar melakukannya karena mencintai suaminya?
Bahkan kalau istri itu “ngapa-ngapain” pun, bisa disebut pelacur. Ga peduli si istri ini emang kompeten untuk menjadi CEO perusahaan suaminya, lantaran itu perusahaan awalnya adalah milik suami, wanita ini aturannya telah menjual kewanitaannya untuk mendapatkan posisi. Tetapi sungguh sulit gue melihatnya sedemikian, bagaimana jika si istri ini memang lebih cerdas dari suaminya? Kenapa bukan suaminya yang disebut pelacur, lantaran ia telah berhubungan intim dengan istrinya demi mendapatkan CEO yang handal untuk perusahaannya? Melinda Gates, istri Bill Gates contohnya, beliau adalah siswi teladan sebuah sekolah ursulin di Amerika, salah satu lulusan terbaik bidang computer. Seandainya dia tidak menikah dengan Bill Gates, kemungkinan dia sudah punya perusahaan komputer sendiri. Tetapi kenyataan ia cuma jadi istri Bill Gates, ia bisa dikategorikan sebagai pelacur?
Dan sebaliknya, jika seorang wanita sukses kaya raya berselingkuh dengan pria beristri, ia bukan pelacur. Karena ia tidak pernah menjual tubuhnya untuk uang. Ia tidak diongkosi selingkuhan, mandiri dan mapan, membuatnya lebih tinggi
artinya dari istri sebenarnya. Bahkan jika menurut takaran etika yang berlaku umum di masyarakat, wanita ini is the real bitch.
Lebih jauh lagi, semua wanita karier adalah pelacur. Bahkan pelacur yang lebih ngeri lagi, karena mereka telah menyerahkan bukan hanya tubuh tapi juga jiwa dan pikiran, membiarkannya diperbudak oleh pekerjaan. Lupa kebahagiaan, lupa keluarga dan terkadang lupa kesehatannya, sampai mati demi mengejar penghasilan yang cukup. Apalagi kalau mereka membenci pekerjaan mereka, membuat tidak adanya pleasure dari kerjaan mereka. Seperti pelacuran yang berkedok karier!
Kalau gitu, perempuan mana yang bukan pelacur?
Jadi istri = pelacur, kerja sendiri = pelacur… Dan bagaimanapun juga, mau dibilang BITCH - Beautiful Intelligent Talented Charming and Hot, atau pelacur itu bentuk pekerjaan yang paling luhur, pelacur tetaplah berkonotasi negatif. Bahkan jika orang-orang dengan bahagia dan tak berdosa sibuk mengumbar tudingan pelacur karena merasa itu bukan hal yang buruk, tanya dalam dirinya, sungguhkah ia mau menerima jika istrinya pelacur dan akan terus menjadi pelacur setelah perkawinan ?
Orang bilang, if everything is something, then maybe that anything is nothing. Intinya, jika semua orang bisa dikategorikan sebagai pelacur, mungkin kata pelacur itu cuma sebuah istilah bentukan manusia dalam dunia yang didominasi lawan jenisku. Kata pelacur itulah yang telah digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap setiap usaha perempuan untuk mengangkat harkatnya. Dan istilah ini dapat bermutasi maknanya, tergantung bentuk usaha wanita itu.
But then again, ga bakal ada pelacuran jika ga ada demand. Seberapapun sexistnya orang, they would not be in this world without their mums, the ones they called whores.
I Am Woman
I am woman, hear me roar
In numbers too big to ignore
And I know too much to go back an’ pretend
‘Cause I’ve heard it all before
And I’ve been down there on the floor
No one’s ever gonna keep me down again
Oh yes, I am wise
But it’s wisdom born of pain
Yes, I’ve paid the price
But look how much I gained
If I have to
I can do anything
I am strong
I am invincible
I am woman
You can bend but never break me
‘Cause it only serves to make me
More determined to achieve my final goal
And I come back even stronger
Not a novice any longer
‘Cause you’ve deepened the conviction in my soul
I am woman watch me grow
See me standing toe to toe
As I spread my lovin’ arms across the land
But I’m still an embryo
With a long, long way to go
Until I make my brother understand
I am invincible
I am strong
I am woman